AlHidayah Volume 4 PDF/EPUB ☆ AlHidayah Volume ePUB


  • Paperback
  • 294 pages
  • AlHidayah Volume 4
  • Aceng Zakaria
  • Indonesian
  • 20 July 2019

10 thoughts on “AlHidayah Volume 4

  1. says:

    Kitab sudah selesai diterjemahkan menjadi 3 jilid, namun masih ada pembahasan fiqh yang belum dibahas Karena alasan itu dan juga desakan dari para pembaca yang meminta ustadz A Zakaria untuk membahas yang belum dibahas, maka ditulislah buku AlHidayah seri ke 4 ini.Pada seri ini yang dibahas meliputi shalat qashar, takbir pada shalat jenazah, zakat profesi, umrah dan haji, serta ucapan salam pada permulaan khutbah ceramah.Buku AlHidayah ini merupakan buku bagus un Kitab sudah selesai diterjemahkan menjadi 3 jilid, namun masih ada pembahasan fiqh yang belum dibahas Karena alasan itu dan juga desakan dari para pembaca yang meminta ustadz A Zakaria untuk membahas yang belum dibahas, maka ditulislah buku AlHidayah seri ke 4 ini.Pada seri ini yang dibahas meliputi shalat qashar, takbir pada shalat jenazah, zakat profesi, umrah dan haji, serta ucapan salam pada permulaan khutbah ceramah.Buku AlHidayah ini merupakan buku bagus untuk menambah wawasan tentang perbedaan pendapat dalam fiqh dan untuk mengetahui sisi pandang pendapat yang dianggap lebih kuat menurut penulis, walau pendapat tersebut belum tentu semuanya diamini para pembacanya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlHidayah Volume 4[PDF / EPUB] AlHidayah Volume 4 Buku Al Hidayah Jilid Keempat Karya KH Aceng ZakariaBuku seputar pembahasan perbedaan pendapat dalam fiqh beserta pemecahannyaBuku Alhidayah Jilid keempat ini membahas tentang Masalah qashar shalat Ta Buku Al Hidayah Jilid Keempat Karya KH Aceng ZakariaBuku seputar pembahasan perbedaan pendapat dalam fiqh beserta pemecahannyaBuku Alhidayah Jilid keempat ini membahas tentang Masalah qashar shalat Takbir dalam shalat jenazah Apakah musafir wajib jumat Masbuq AlHidayah Volume ePUB Ñ menjadi imam Cara turun untuk sujud Cara duduk dalam shalat yang dua rakaat Tentang Miqat Sa i dalam thawaf ifadhah bagi yang haji tamattu Memperbanyak umrah Shalat arbain Obat penahan haidh Tentang zakat profesi Salam di permulaan khutbah atau ceramah.


About the Author: Aceng Zakaria

KH Aceng Zakaria lahir di Garut Oktober dari sebuah keluarga sederhana di kampung Sukarasa desa Citangtu Babakanloa Wanaraja Ayahnya seorang ulama terkemuka di desanya Oleh karena itu KH Aceng Zakaria hidup berkembang di AlHidayah Volume ePUB Ñ dalam lingkungan religius yang berpendidikan Aceng Zakaria memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat SD Babakan Loa Garut hingga tahun Disamping itu, ia biasa mengaji kitab kitab kuning, seperti Safinah, Tijan Jurumiyah dan Imriti yang diadakan di rumah saudara kakaknya yang juga seorang ulama Karena ketekunanya menelaah kitab kuning ia telah menamatkan Safinah, Tijan Jurumiyah dan Imriti ketika lulus SRSetelah menyelesaikan pendidikannya di SR, kedua orang tuanya tidak menyuruh KH Aceng Zakaria untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah formal Namun kakanya, Asep Barhoya yang pernah tamat SMP meminta dia untuk melanjutkan sekolah ke SMPAkhirnya ia pun memilih belajar agama di rumahnya sendiri sekaligus meringankan beban orangtuanya dengan membantu berladang di sawah dan kebunDi samping itu juga dia aktif berorganisasi di PII Pelajar Islam Indonesia Wanaraja dan beberapa kali kerap disuruh untuk berceramah di depan masyarakatKeahliannya dalam membaca Arab gundul, memutuskan dia untuk mengajar kitab kitab kuning kepada para santri di lingkungan rumahnya Hingga pada akhirnya sekitar tahun , Ustadz yang dulu suka memperbaiki jam ini, memutuskan untuk berangkat ke Bandung dan mencoba sekolah di Pesantren Persatuan Islam Persis PajagalanKarena ia ahli dalam membaca kitab, maka akhirnya ditempatkan langsung di kelas satu muallimin Aliyyah Perkenalan dengan Persatuan Islam Persis sendiri telah dimulai sejak lama, khususnya melalui saudara kakanya dan karena factor lingkungan yang telah lama mengenal Persatuan Islam PersisDi sela sela kesibukannya belajar, KH Aceng Zakaria mulai mencoba menulis rangkuman beberapa pelajaran, seperti Nahwiyyah dan Musthalah Hadits Kebiasaannya ini berlangsung hingga dia menyelesaikan pendidikannya pada tahun Karena merasa masih kurang ilmunya, KH Aceng Zakaria belajar langsung dengan KH E Abdurrahman setiap malam kamis di rumahnya Pelajaran yang disampaikan sangat beragam, namun yang paling diutamakan adalah tafsir Ibn KasirSetelah melihat bakat Aceng Zakaria, KH E Abdurrahman pun tertarik untuk merekrutnya menjadi ustadz di Pesantren Persatuan Islam Persis Pajagalan Tawaran ini pun langsung diambil olehnyaSesekali ia menyempatkan pulang ke Garut Keluasan ilmunya yang telah lama ia dapatkan dari KH E Abdurrahman dan dari kitab kitab yang di baca, membuat dirinya diundang dalam acara diskusi yang sering diadakan oleh Pesantren Guntur GarutBeberapa ustadz di Garut meminta Aceng zakaria untuk mengajarkan ilmunya kepada mereka Karena permintaan terus bertambah banyak, maka dia pun mengadakan pembinaan kepada para pengajar dan juru dakwah setiap malam jumatPelajaran yang disampaikan seputar nahwiyyah, Fiqh dan tafsir Khususnya bulan Ramadhan, para pengajar dan juru dakwah digembleng sebulan penuh dengan menyelesaikan pelajaran nahwiyyahyang dia susun ketika pertama kali sekolah di Pajagalan Bandung Makalah makalah dari penataran ini dia kumpulkan dan kemudian menjadi beberapa buku yang kini bereder hingga ke berbagai daerah di Indonesia seperti Irianjaya dan AcehSalah satu karyanya yang monumental adalah Hidayah Fi Masail Fiqhiyyah Mutaa ridhah Buku ini dirampungkan sebanyak tiga jilid pada bulan Ramadhan H serta mendapat apresiasi dari Dr Ahmad Amr Hasyim salah seorang dosen Hadits di Universitas al Azhar Kairo Mesir yang memberikan kata sambutan dalam pembukaannya.