Teka teki Terakhir PDF á Teka teki Epub /


10 thoughts on “Teka teki Terakhir

  1. says:

    Sini saya ceritakan tentang gadis kecil bernama asdewi Dia sangat mencintai matematika walo gak bisa disebut jago tapi mengenaskan dalam urusan IPAKalo diledekin tentang nilai IPA nya yang tiarap dia selalu berkelit dengan Biarin aja Aku kan mau jadi koki jadi gak perlu jago IPA Yang penting bisa matematika biar bisa menakar bahan Then life happensSemakin dewasa dia menemukan keasyikan dalam biologi catat biologi bukan IPA menganggap masak itu cuma hobi di kala iseng bukan lagi profesi impian dan kecintaan akan Matematika? Ahcuma jadi kenangan usang di ruang ingatanSampai dia membaca novel tentang Laura kecil yang tertarik pada Matematika Dan kenangan yang lama membeku itu pun berpendar kembali Novel ini dibuka dengan narasi Laura yang sudah lama penasaran dengan rumah putih milik pasangan Maxwell pasangan paling misterius di LittlewoodKenapa misterius? Karena banyak gosip yang beredar mengenai pasangan tersebut Dari gosip mereka adalah ilmuwan gila sampai isu keluarga ningrat yang bersembunyi Laura sendiri mengira mereka adalah penyihir Pada akhirnya tak ada yang tahu persis kebenarannya Dan ketertarikan Laura pada rumah Maxwell pun surutHingga suatu hari di bulan Maret 1992Hari itu Laura sedang kesal karena nilai tes matematikanya mendapat 0 Saking jengkel dia membuang lembaran nilai tes itu di tong sampah depan rumah MaxwellEh ndilalahnyaketika Laura melewati depan rumah itu keesokannya Tuan Maxwell memanggilnya Beliau menyerahkan kertas tes Laura yang kemarin dengan sebuah buku berjudul Nol Asal usul dan Perjalanannya beserta pesan Mendapat nol tidak terlalu buruk terutama setelah begitu lama pencariannyaSesampainya di rumah Laura melihat bahwa Tuan Maxwell mengoreksi jawaban tesnya Rasa penasaran yang lama terpendam terhadap pasangan Maxwell pun menyeruak kembali Terutama setelah dia membaca buku sejarah angka nol yang diberikan Tuan MaxwellDengan niat berterima kasih dan mengembalikan buku Laura memberanikan diri mengetuk pintu rumah keluarga Maxwell Dan itulah awal persahabatannya dengan Nyonya Maxwell yang ramah dan suaminya yang penggerutuNamun bukan hanya teman yang didapat Laura Karena di balik pintu rumah keluarga Maxwell ada sekumpulan teka teki logika paradoks tentang tukang cukur dan pengetahuan tentang teorema matematika yang belum terpecahkan selama tiga abad Laura juga jadi tahu bahwa Tuan Maxwell adalah matematikawan yang selama 40 tahun terakhir sedang mencari pembuktian teorema tersebutTeorema apa sih yang sebegitu hebatnya sampai membuat Tuan Maxwell terobsesi? Akankah dia berhasil menemukan pemecahannya? Untuk menemukan jawabannya kamu mesti baca sendiri buku ini Pikirkan seorang tukang cukur di kota bernama Seville Di kota itu semua penduduk kalau tidak mencukur rambut mereka sendiri tentu dicukur oleh si tukang cukur Tetapi si tukang cukur hanya mencukur rambut orang orang yang tidak mencukur rambutnya sendiri Pertanyaannya adalah apakah si tukang cukur mencukur rambut sendiri? Nyonya Maxwell Segar Itu kesan pertama yang lewat di benak saya saat membaca novel ini Beda dengan novel sejenis yang problem tokohnya berkutat seputar cinta monyet dan nge geng ala sinetron yang lebay Teka Teki Terakhir TTT membahas keseharian gadis biasa Bagaimana Laura pusing dengan nilai ulangannya kemudian belajar untuk memperbaiki nilai atau bagaimana Laura sulit menyesuaikan diri dengan sekolahnya Di tangan yang salah materi seperti itu bisa jadi sangat ngebosenin Tapi penulis lincah merangkai kata sehingga baca keseharian Laura ya ngalir aja rasanya Unsur matematika yang diselipkan dalam TTT juga menambah keasyikan membacaSekali lagi salut buat penulisnya yang pinter masukkin knick knack seputar Matematika secara halus sehingga novel ini jauh dari menggurui apalagi menimbulkan kesan 'pamer pengetahuan penulis' Yang ada malah seru dan kesan 'matematika itu keren banget yaa' Saya juga suka dengan settingnya baik dari setting waktu maupun tempatLittlewood desa kecil yang entah di mana itu cocok untuk cerita semacam ini Karena kecil maka wajar kalo masyarakatnya jadi akrab dan kepo Lama tinggal di Jakarta bikin saya kangen suasana desa kecil seperti itu Lagi pula kalau kau ingin mencari tahu tentang sesuatu perpustakaan tempat yang tepat untuk memulai Laura Tapi buat saya yang paling 'megang' adalah setting waktu di tahun 1992 Jaman internet sudah ada tapi belum umum digunakan dan google masih dalam angan angan Larry Page Sergey Brin Maka perpustakaan satu satunya sumber Laura dalam mencari informasiCoba kalo waktu itu sudah ada Google ya Laura kan tinggal memasukkan nama Tuan Maxwell dan voilakeluar info lengkap beliau Gak ada lagi deh rasa penasaran yang mendorongnya untuk berkenalan dengan keluarga Maxwell Ah teknologi; memperluas cakrawala tapi kadang membatasi interaksi dunia nyataKarakter yang ada di TTT sejujurnya gak ada yang menonjol banget Semuanya punya kekhasan sendiri dan sama kuatnya Sebagai karakter utama dan narator tunggal Laura cukup oke Dia gak humoris sarkastis atau sinis Dia cuma gadis biasa aja Karakter kesukaan saya malah Tuan Maxwell yang eksentrik dan Katie sahabat Laura yang suka menjadi 'voice of wisdom' untuk LauraProtes saya pada novel ini hanya satu yaitu penyebutan Tuan dan Nyonya kepada pasangan Maxwell Kalo disebut sebagai kata ganti orang ketiga sih masih wajar Tapi kalo dalam percakapan langsung jadi aneh Seperti kalimat Ya Tuan dari mana anda tahu namaku? Terima kasih Nyonya Kok Laura lebih terasa seperti bawahan daripada tetangga yaSaya bisa ngerti kalo novel ini berbahasa Inggris Tuan dan Nyonya memang jadi Mr dan Mrs Tapi bahkan novel terjemahan pun mengubahnya jadi Bapak dan Ibu Ini memang kesalahan kecil sih Tapi lumayan menganggu di awal baca Walau pun lama lama saya jadi terbiasa dan bisa cuekkinNovel ini ditutup dengan ending yang realistis dan cocok Gak semanis martabak tobleronetapi juga gak sepahit brotowali Memang seperti itulah hidup Semua orang aneh dengan caranya sendiri Terkadang keanehanmu tidak cocok dengan keanehan orang lain jadi mereka menyebutmu aneh Tetapi terkadang keanehanmu cocok dengan keanehan seseorang dan kalian bisa berteman Julius In short Teka Teki Terakhir mengajarkan kita untuk menghargai setiap aksi dan setiap momen yang kita lakukan Kita jarang sadar bahwa satu aksi kecil dan tampak gak penting yang kita lakukan hari ini bisa berpengaruh besar di esok hari Seperti aksi kecil Laura yang membuang kertas ujiannya di tong sampah keluarga MaxwellTeka Teki Terakhir juga mengajarkan untuk terus mengejar mimpi Berikan usahamu yang terbaik dan nikmati prosesnya Seperti Tuan Maxwell yang berusaha maksimal untuk membuktikan penelitiannya dan gak pusing dengan kemungkinan usahanya berakhir sia sia Karena bagi beliau yang terpenting adalah proses bukan hanya hasilEmpat bintang untuk Teka Teki Terakhir termasuk untuk covernya yang cakep bangetGood job Gramedia Pustaka Utama Banyakin dong menerbitkan teenlit bagus kayak giniDan kamu keren deh mbak Annisa Ihsani I'm your new fan


  2. says:

    Annisa IhsaniTeka Teki TerakhirGramedia Pustaka Utama256 halaman79Jika ada satu hal yang bisa saya banggakan dari kehidupan 22 tahun saya yang menyedihkan ini itu adalah saya tidak bego matematika Jika Ihsani mengatakan bahwa orang orang dewasa biasanya akan berbasa basi dengan mengatakan kalau mereka payah dalam matematika saya dengan pongahnya akan mengatakan hal yang sebaliknya Matematika adalah hal yang seru menantang dan cantik Tapi jujur saja saya suka sekali dengan matematika dan di saat nilai mata kuliah saya yang lain awur awuran mata kuliah matematika sayalah yang menyelamatkan IP saya dari keterpurukan Ketertarikan saya dari matematika mungkin dimulai dari SD ketika saya menyadari keajaiban dan keteraturan dari angka angka tersebut Siapa yang menyangka kita bisa menentukan apakah satu bilangan bisa dibagi tiga hanya dengan menjumlahkan digit digit penyusunnya?Ketertarikan saya akan matematika terus ada sampai kuliah dan sampai sekarang tentu saja Saat ada waktu luang saya suka iseng iseng mengerjakan brain teaser di brilliantorg yang adiktif yang kemudian hanya mendapat cibiran dari masyarakat sekitar tentang bagaimana saya menghabiskan waktu luang Tentu saja saya tidak bisa mengerjakan soal level 4 5 karena keterbatasan otak saya tetapi ketika berhasil menyelesaikan satu problem rasanya seperti habis terapi dan memuaskan Saat kuliah pulalah saya mulai 'ngeh' dengan adanya beberapa problematika kehidupan yang belum terpecahkan di dalam matematika Yang paling terkenal dan susah karena bahkan saya sendiri juga enggak mengerti sebenarnya apa yang jadi masalah adalah Millennium Prize Problems yang memuat tujuh problematika matematika di milenium ini yang belum terpecahkan Sejauh ini hanya ada satu yang sudah dipecahkan Saat itu pulalah saya juga membaca soal Teorema Terakhir Fermat Kalau ada orang randomly datang ke saya dan menyuruh saya membuat cerita dengan ide pokok Teorema Terakhir Fermat saya akan langsung membuat cerita sains fiksi yang canggih yang mbulet seperti dinasti kepemimpinan Kabupaten Klaten atau seperti cerpen soal domestic drama yang dibumbui dengan kehidupan matematikawati yang stres karena ia berhasil membuktikan kalau 12 macam Division by Zero karya Ted Chiang yang omong omong harus kalian baca Tidak pernah terbayangkan kalau Teorema Terakhir Fermat bisa diangkat menjadi cerita young adult yang menarik dan menggugah tetapi masih bisa dicerna untuk anak anak middle grade Untuk itu saya angkat topi untuk Ihsani Teka Teki Terakhir karya debut Ihsani sangat berbeda dengan karyanya yang pertama kali saya baca A Untuk Amanda yang juga masuk ke dalam salah satu buku favorit saya tahun lalu karena sasaran usia pembacanya meski keduanya sama sama cerdas dan bergizi A Untuk Amanda juga cenderung gelap sementara Teka Teki Terakhir lebih ringan dan cerah seperti cahaya crepuscular yang menelusup dari awan di langit Bercerita soal Laura Welman seorang gadis kecil berusia 12 tahun yang membuang kertas ulangan matematikanya yang bernilai nol di depan rumah besar milik pasangan misterius Maxwell Sejak saat itulah ia mulai berkenalan dengan pasangan suami istri Maxwell yang ternyata seorang ahli matematika dan di sana ia menemukan serunya matematika dan rahasia suami istri Maxwell yang perlahan terkuak termasuk pergumulan James Maxwell dengan Teorema Terakhir Fermat selama empat puluh tahunMengambil latar tahun 1992 beberapa tahun sebelum Teorema Terakhir Fermat dibuktikan Teka Teki Terakhir terasa seperti cerita yang autentik membuktikan bahwa ada sisi lain dari peristiwa sejarah dan ini hal yang baru dalam dunia young adult dalam negeri ini Bahwa di balik kesuksesan orang lain ada kegagalan orang lain pula Tapi Teka Teki Terakhir mengajarkan bahwa kegagalan juga merupakan bagian hidup yang harus diterima dan setelah kita belajar menerima kegagalan dan berusaha untuk mengatasinya itulah hal yang paling penting Bagaimana sebuah buku yang ditujukan untuk bocah bocah SMP masih relevan dengan kehidupan orang dewasa benar benar di luar nalar sayaDan bukan itu saja yang mengejutkan dari Teka Teki Terakhir karena sekali lagi Ihsani menyelipkan isu isu dan pemikiran sensitif seperti agnotisme di A Untuk Amanda Kali ini ia menyinggung how to handle death dan kehidupan setelah kematian itu sendiri Perkara apakah kehidupan setelah kematian itu ada atau tidak tidaklah penting karena yang paling penting bagaimana kita meninggalkan legacy di dunia ini Menarik sekali memahami pikiran anak dua belas tahun lebih dewasa daripada kita kita ini Selain dua isu itu buku ini juga mengajarkan arti persahabatan persaudaraan dan hal hal penting lainnya yang diperlukan para remaja muda Meski demikian meski Teka Teki Terakhir tetap mengagumkan saya merasa jalinan plotnya kurang terikat dengan baik seperti jilidan buku dengan beberapa halaman yang lepas Saya tidak bisa menunjukkan bagian yang mana tetapi saya menduga ini salah satu sebabnya kenapa saya tidak menikmati Teka Teki Terakhir sama seperti saya menikmati A Untuk Amanda Tapi tetap saja Teka Teki Terakhir adalah sebuah karya yang impresif dan mengingat jarangnya buku remaja yang mengangkat tema tema penting dan unik di negeri ini karya karya Ihsani rasanya selalu wajib untuk dinanti Ulasan ini juga bisa dibaca di sini


  3. says:

    baca di Gramedia DigitalJanganlah terlalu fokus pada satu hal hingga lupa menghargai apa yg ada di sekelilingmu Hal 93ehmmmungkin ekspetasi yg terlalu tinggi dengan novel ini benci matematika aslidan kira novel ini kayak judul'y gitu penuh misteritapi ternyataaaaamungkin selera yg berbeda dengan orang lain yg udah baca novel inip


  4. says:

    Saya mau membuat pengakuan jujur Walaupun saya amat sangat suka membaca saya tidak suka membaca novel Sedikiit sekali saya novel yang pernah saya baca itu pun hanya yang best seller nasional atau internasional Beberapa di antaranya seperti Laskar Pelangi 5 cm The Alchemist salah satu buku Harry Potter saking sedikitnya saya sampai tidak ingat yang lain hahaha Mengapa? Hmm masalah preferensi saja Saya jauh lebih suka membaca buku buku non fiksiSampai pada akhirnya bulan lalu sebuah judul novel baru mengusik perhatian saya “Teka Teki Terakhir“ karya dari Annisa Ihsani Ia adalah salah seorang teman dekat saya kami satu SMA dan satu jurusan kuliah Memang rasanya akan sangat jahat untuk tidak membeli dan mengapresiasi karya pertama kali seorang teman dekat Tapi bukan itu yang membuat saya akhirnya memutuskan membeli buku Teka Teki Terakhir iniAda dua alasanPertama Nisa cerita ini adalah pertama kalinya ia mengirim naskah novel ke penerbit dan langsung diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama Saya tahu bahwa ribuan naskah ditolak oleh penerbit tiap bulannya maka novel ini pasti bukan novel kacanganKedua tema yang diangkat oleh Nisa di buku ini unik banget Serius Umumnya saya cuma tahu kalau tema novel itu kalau nggak misteri thriller atau detektif science fiction fantasy atau tema sehari hari seperti keluarga atau pendidikan Tapi Nisa memasukkan tema matematika Dalam buku ini bertebaran konsep konsep matematika murni maupun nama nama ahli matematika yang pasti 99% dari kita tidak pernah mendengarnyaSaya dan Nisa dulu sama sama kuliah Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Apa yang kami pelajari di sana sebagiannya tertuang ada di buku ini Nisa yang bakat dan minatnya sangat kuat di bidang ini pun menyelesaikan kuliah masternya pada jalur yang sama Jadi saya bisa bilang ini bukan novel fiksi ilmiah atau fantasi ini adalah novel ilmu pengetahuan ilmiahTanpa sadar setelah membaca novel ini kamu jadi ngerti tentang konsep konsep logika matematika teorema aksioma konjektur pembuktian matematika hipotesa dan sebagainya Seandainya saja Nisa menulis buku ini sebelum saya masuk kuliah niscaya nilai saya pada mata kuliah matematika diskret di kampus tidak akan C Saya nggak akan membahas tentang bagaimana cerita karakter dsb karena ini bukan review atau resensi novelSecara umum novel Teka Teki Terakhir ini memiliki jalan cerita yang amat logis dan runtut klimaks yang jleb penggambaran karakter yang mendalam serta konflik yang masuk akal dari para tokoh tokohnya Novel ini juga menyajikan ilmu dan inspirasi besar yang bisa diambil tanpa menggurui serta yang paling penting adalah emosi yang membawa kita masuk ke dalam dunia di novel ini Semua aspek sukses di novel novel best seller yang pernah saya baca saya temukan juga saat menutup halaman terakhir Teka Teki TerakhirMungkin teman teman sama sekali tidak akan percaya kalau ini adalah novel pertama Nisa Tapi saya sendiri akan percaya karena saya tahu Nisa adalah seorang penggila novel dari dirinya kecil dahulu Ditambah lagi kecintaannya yang luar biasa terhadap dunia ilmu matematika ya hasilnya jadi Teka Teki Terakhir iniBenar yang pernah saya dengar apa yang kamu baca itu yang akan kamu hasilkan Karena saya sukanya baca buku buku non fiksi buku pertama saya 101 Young CEO juga adalah buku non fiksiTerakhir sebelum menutup catatan ini saya mau mengutip satu percakapan dari Teka Teki Terakhir yang menurut saya merupakan pesan utama yang ingin Nisa sampaikan kepada pembaca Sesuatu yang saya aminkan dan saya jadikan salah satu value saya dalam hidup iniMenurutku penting untuk meninggalkan sesuatu selagi kau hidup Bagi beberapa orang mungkin ini berupa bukti teorema Bagi orang lain mungkin lukisan atau puisi Tetapi intinya apa saja yang menunjukkan kau pernah hidupSo berkaryalah dan berikan manfaat kepada sekitarmu selama kamu masih hidup Jangan sampai ada atau tidak adanya dirimu tidak ada bedanya bagi orang lain di dunia iniSekali lagi selamat buat Nisa atas karya pertamanya ayo teman teman semua beli bukunya ya Jadikan buku ini best seller karena trust me buku ini lebih dari layak untuk dijadikan BEST SELLER


  5. says:

    Duh karena buku ini tingkat penasaranku sama matematika jadi membesar My boss will be proud HahaSetelah kemarin jatuh cinta sama Amanda sekarang jatuh cinta sama Laura Intinya sih 'Gue suka gaya bercerita lo Annisa' xDSerius deh remaja kita harus banyak baca novel kayak gini Review lengkap menyusul


  6. says:

    Katakan Laura Apakah kau tahu teorema Pythagoras?Salah satu kutipan favoritku dari buku ini LOL DLoh apa yang bagus dari itu?Umm karena momennya menarik xDBuku ini memang menarik Banyak hal menarik di dalamnya Karakter menarik kisah menarik tempat menarik Nah coba udah berapa kali aku bilang kata menarik? Saking menariknya memang buku ini DKisah middlegrade ini menceritakan tentang pertemuan Laura dengan tetangganya sepasang kakek nenek yang ternyata menyimpan banyak kejutan tentang matematika Kamu akan menemukan sudut pandang baru kacamata baru tentang beberapa halBuku ini bagus buat anak anak maupun orang dewasa Hangat juga dekat Bahwa hidup memang tentang belajar Belajar akademik maupun belajar menjadi pribadi yang baikI do like this book Bangga Indonesia punya karya ini xD


  7. says:

    Ini buku tentang matematika dan ketika kelar ini komen saya yaampun yaampun yaampun bagus banget yaampunBahkan saya bilang gitu Saya yang secara genetis dan berdasarkan pengalaman sangat benci matematikaPertama kali baca sinopsisnya saya langsung inget George's Secret Key to Universe Seorang anak yang penasaran sama tetangganya yang dianggap penyihir aneh sama masyarakat sekitar tapi kemudian dia tau tetangganya itu profesor ahli Buku ini kurang lebih awalnya begitu Tapi kelanjutannya ngga ada mesin ajaib yang bisa bikin menjelajah semesta ngga ada Adanya cuma perpustakaan kaya obrolan profesor tua tentang matematika dan obsesinya pada satu teoremaLaura yang awalnya benci matematika pelan pelan mulai bisa ngeliat dimana serunya matematika bahkan dia sendiri jadi agak terobsesi sama keluarga Maxwell Penasaran sama masa lalu Nyonya Maxwell penasaran sama obsesi Tuan Maxwell penasaran sama matematika Buku ini kayaaaaa sekali sama sejarah dan pengetahuan matematika Alurnya yang cepet dan metafora metafora persamaan matematika yang dibikin jadi teka tekinya bikin cerita jadi ngga boseninKayak iniPikirkan seorang tukang cukur di kota bernama Seville Di kota itu semua penduduk kalau tidak mencukur rambut mereka sendiri tentu dicukur oleh si tukang cukur Tetapi si tukang cukur hanya mencukur rambut orang orang yang tidak mencukur rambutnya sendiri Pertanyaannya adalah apakah si tukang cukur mencukur rambut sendiri?Seru sekali kayak diajak main logika hahahahahahhahahaha Setiap ada bagian begini sebelum nerusin baca saya coba jawab teka tekinya dan berakhir dengan mbuh ah Gampang nyerah banget orangnya yha Ga ada ambisinya sama sekali Dari nama penulisnya jelas banget ini buku karya anak bangsa Tapi diliat dari nama tokohnya bahasanya yang dipakenya rasa bukunya terjemahan sekali Desa Littlewood aja saya bayanginnya kayak rumah rumah di pinggiran Inggris yang ada di buku Agatha Christie atau Enid Blyton Untungnya penulis konsisten nulisnya begitu sampe akhir Berhubung saya kebanyakan baca novel terjemahan juga jadi enak enak aja bacanya Dan emang sempet lupa ini bukan buku terjemahan juga sih D


  8. says:

    Alhamdulillah akhirnya selesai juga Sempat berhenti baca di tengah buku ini karena aku merasa Laura mirip sekali dengan Amanda dari A untuk Amanda cara berpikir dan juga konfliknya view spoiler mendapat nilai jelek bermusuhan dengan teman dekat berada di kota kecil dan ingin keluar hide spoiler


  9. says:

    Well written good uotes mengedukasi dengan cara yg nggak boring plus berhasil bikin mewek di bagian akhir Bakal jadi salah satu karya lokal favorit saya Keren


  10. says:

    Salah satu buku lokal terbaik yang saya baca Mbak Annisa Ihsani ditunggu buku selanjutnya ;


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Teka teki Terakhir [PDF / EPUB] Teka teki Terakhir Gosipnya suami istri Maxwell penyihir Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood Hanya itu yang Laura tahu t Gosipnya suami istri Maxwell penyihir Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebutDia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington ada sekumpulan teka teki logika paradoks membingungkan tentang tukang cukur dan Teka teki Epub / obsesi terhadap pernyataan matematika yang belum terpecahkan selama lebih dari tiga abad Terlebih lagi Laura tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari semua ituTahun Laura berusia dua belas tahun dan Teka teki Terakhir mengubah hidupnya selamanya.

  • Mass Market Paperback
  • 256 pages
  • Teka teki Terakhir
  • Annisa Ihsani
  • Indonesian
  • 14 September 2014
  • 9786020302980

About the Author: Annisa Ihsani

Once upon a time Annisa Ihsani was a computer scientist After finishing her Master's study she dropped everything well not everything obviously and set out to become a writerTo this day she's still not sure if it's wise decision but so far she managed to get two of her works published Teka Teki Terakhir and A untuk Amanda She was also Teka teki Epub / a community writer for The Jakarta Pos.