Bibir dalam Pispot MOBI Í Bibir dalam PDF \


  • Paperback
  • 174 pages
  • Bibir dalam Pispot
  • Hamsad Rangkuti
  • Indonesian
  • 19 February 2014
  • 9789797090647

10 thoughts on “Bibir dalam Pispot

  1. says:

    dahulu saya pernah jatuh hati dengan kata kata makanya saya suka buku terutama buku cerpen sebab untuk membaca buku semacam itu tak memerlukan banyak jeda satu buku yang masih tersisa adalah buku ini ya hamsad rangkuti seperti para sastrawan 'tua' lainnya hamsad rangkuti paham benar bahwa bagi seorang sastrawan juga yang lain kata adalah sebuah keniscayaan praktis hanya dengan kata kita menangkap dunia seperti sajak subagio sastrowardojo ini Asal mula adalah kataJagat tersusun dari kataDi balik itu hanyaruang kosong dan angin pagibuku ini adalah pengembaraan abstraksi sebuah dunia sebagai abstraksi tentu buku ini hasil sebuah analisis menjelang proses abstraksi sebuah benda diurai ke dalam aspek aspeknya tak lagi kita temui dalam totalitasnya Dari sini konsep lahir inilah yang bikin saya termehek mehek dengan kumpulan cerita dalam buku ini hampir semua yang membaca buku ini pasti ingat dengan satu cerita ini maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu? hmm rangkaian kalimat judul ini begitu menegaskan sebuah hasil analisis abstraksi identifikasi dan pembedaan kalimat ini berpretensi untuk dikontruksikan sebagai penanda yang berangsur angsur membentuk peristiwa kenapa tiba tiba saya menikmati baca cerita pendek ya mungkin kejadian yang singkat sebenarnya adalah sebuah usaha untuk melawan rotasi waktu ketika sebuah perjalanan menegaskan jarak yang akan ditempuh sebuah cerita pendek bisa membuat perjalanan itu tidak terlalu membosankan dari cerita cerita pendek pun bisa menjadi cerita cerita panjang yang tentu punya peluang untuk membosankan tapi inilah hidup yang membosankan bisa jadi adalah yang paling sering kita lakukan rutinitas yang mengajak kita akrab dengan kelaziman pada sisi lain cerita pendek bisa menjadi pemecah kesuntukankira kira begitu barangkalisaran saya baca dan belilah buku ini ketika kehidupan senantiasa merenggut apa saja pecahkan rutinitasmu wujudkan anomalimujabat eratgieb


  2. says:

    yaampun selesainya lama banget hahaha


  3. says:

    Saya jatuh cinta dengan buku ini jatuh cinta dengan kata katanya dan menyempatkan membacanya bukan hanya sekali dua Salah satu buku favorit saya yang paling berkesan Hamsad Rangkuti memang juara


  4. says:

    akhir akhir ini memang saya memilih buku kumpulan cerpen sebagai bacaan sebab cerpen bagi saya seperti pemaparan peristiwa dengan ringkas dan emosionil dan 'kumpulan cerpen' berarti ada berbagai macam emosi yang saya dapat dari beragam peristiwa yang tersaji dalam satu buku begitupun dalam buku kumcer Hamsad Rangkuti yang pertama kali saya baca yang diterbitkan tahun 2003 ini saat itu saya masih anak ingusan kelas 3 SDakhir akhir ini juga ketika saya hendak membaca buku saya berkomitmen untuk membaca kata pengantar atau pendahuluan atau prolog jika ada sebelum masuk ke bagian inti sebab nyatanya itu penting untuk memberi gambaran cerita yang akan saya lahap dan saya pikir tujuan dari adanya kata pengantar atau pendahuluan atau prolog ini adalah untuk membangun impresi pembaca kata pengantar di buku kumcer ini menarik dan cukup panjang yang diberi tajuk Imajinasi Liar dan Kebohongan Proses Lahirnya Sebuah Cerpen sesuai tajuknya kata pengantar ini bercerita bagaimana proses kreatif seorang Hamsad Rangkuti mengawali perjalannya sebagai seorang penulis bersejarah Indonesia dan bagaimana ia menelurkan banyak karyanya jawabannya adalah kejadian sehari hari sungguh kata pengantar ini sangat membuka wawasan saya tentang cerita dibalik 16 cerpen dalam buku ini lucu menggelitik menggemaskan memang jika dipikir pikir lagi dengan penulis memaparkan latar belakang karyanya di awal imajinasi saya jadi terbatas karena sebenarnya beberapa cerpen membutuhkan tafsiran lebih lanjut mengenai pesan dan inti cerita yang ingin disampaikan seperti pada cerpen Lagu di Atas Bus Dia Mulai Memanjat dan Saya Sedang Tidak Menunggu Tuan saya punya tafsiran sendiri tapi tenang saja tidak akan saya jabarkan di sini kau harus menikmatinya sendiri dulu namun ternyata hal tersebut tidak menjadi masalah besar sebab Hamsad berhasil membawa saya menikmati setiap alur yang ia sajikan tanpa pemilihan diksi yang aneh aneh cerita ceritanya memang perihal keresahannya akan apa saja yang ia lihat dan dengar di kesehariannya saya bisa merasakan kegelisahan si maling yang terpaksa menelan kalung yang ia curi dalam cerpen Pispot saya bisa merasa begitu kasihan dengan Nyak Bedah si penjual nasi uduk yang kelabakan di tengah jaman modern dalam cerpen Nyak Bedah saya juga tak bisa menahan tawa ketika membaca kisah Fuad yang berjumpa dengan kawan kawan lama di desa tempat tinggalnya sepulang merantau dari negeri orang dalam cerpen Teka Teki Orang Desamereka begitu sederhana cerita cerita yang lahir dari pengamatan peristiwa sehari hari yang dikemas atas imajinasi liar dan menghasilkan cerita yang ciamiksstt sepanjang ulasan ini saya tidak membahas satu judul cerpen Hamsad yang katanya sungguh menarik dan dibicarakan dimana mana ialah Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu ya memang menarik bahkan dengan membaca judulnya saja sudah bergairah bukan? tidak saya tidak akan berbicara apapun mengenai cerpen ini kau harus menikmatinya sendiri dulu


  5. says:

    Kumcer yang menarik Walau saya agak kurang ngeh sama pemilihan judul kumcernya sih Cerita ceritanya banyak yang aneh dan kurang saya mengerti Untungnya si pengarang mau berbaik hati menjelaskan ide cerita cerita dalam kumcer ini di bagian prakatanyaSaya rasa alasan saya kurang menangkap esensi kumcer ini terletak pada fakta bahwa saya bukan termasuk golongan yang nyastra banget Saya lebih memilih kisah yang menekankan hubungan emosional antar manusia mengambil unsur fantasi di dalamnya atau menunjukkan makna yang gamblang ketimbang cerita dengan pengertian yang agak berputar


  6. says:

    so cool


  7. says:

    Bibir dalam Pispot adalah kumpulan cerita kedua yang saya baca dari karya Hamsad Rangkuti yang pertama adalah kumpulan cerpen Panggilan Rosul Membaca beberapa kumpulan Cerpen Bibir dalam Pispot merupakan sesuatu yang menyadarkan saya tentang beberapa hal yang sering luput dari penglihatan saya beri contoh dalam Cerpen yang berjudul Lagu di atas Bus kita diberi suatu adegan bagaimana nasionalisme mulai pudar karena ego dari dalam diri terlalu besar metafor yang dipakai adalah sebuah bus yang notabene adalah sebuah kendaraan untuk menuju suatu tempat yang sama melihat bahwa suatu karya adalah cerminan dari keadaan masyarakat yang sesungguhnya saya sepakat dengan itu kita bisa melihat itu dalam cerpen Nyak Bedah dan Petani itu Sahabat Saya kita bisa melihat realitas bahwa orang orang betawi mulai tergusur dari kampunnya lantaran tanah mereka banyak dijual kepada para investor yang tertuang secara tersirat dalam cerpen Nyak Bedah Lantas begitu dengan keadaan masyarakat yang mengikuti Program Transmigrasi bahwa program itu merupakan pemerataan kemiskinan karena banyak orang yang mengikuti program tersebut tak kunjung sejahtera dalam kaitannya dengan hal ini cerpen Petani itu Teman Saya adalah sindiran halus untuk kita menjadi sadar akan realita yang ada melihat bahwa Hamsad begitu fasih terhadap isu isu yang akan membuat kiat tersentak bahwa hal ini sudah menjadi nyata dan bukan fiksi semata Cerpen Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu menurut saya pribadi adalah perayaan patah hati paling romantis Semoga Lekas Pulih Pa Hamsad


  8. says:

    Prakata dalam cerpen ini membantu untuk menjelaskan cerita cerita di dalamnya saya bersyukur membaca dulu prakata tersebut setidaknya saya mengerti tentang cerita cerita yang akan disampaikan selebihnya cerpen ini dalam bagian tertentu sulit untuk saya mengerti inti dari permasalahannya namun cerita maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu? bagus sekali dan imajinatif saya seolah olah membayangkan jadi lelaki itu yang bertanggung jawab untuk menhapusnya menarikMeskipun pendapat saya pribadi buku ini terlalu banyak mengukuhkan dan meng agung agungkan kepenulisan dari Hamsad Rangkuti dan perdebatannya dengan Taufik Ismail mengenai kebohongan dalam karya sastratapi y cukup fair mungkin bagi penulis yang sudah senior itu perlu


  9. says:

    Awalnya dalam penceritaan cerpen setidaknya untuk mengambil minta pembaca saya beranggapan bahwa kita dituntut untuk memiliki kemampuan untuk bercerita yang lihai Sesederhana apapun cerita tersebut kuncinya berada di teknik bercerita sedangkan sisanya hanya tambahan Ternyata anggapan saya salah Dalam cerpen Alm Hamsad Rangkuti ini kita tidak akan menemukan hal hal seperti itu Dengan imajinasi yang liar semua tampil begitu sederhana Dari pengamatan Alm Hamsad Rangkuti dapat mengelolanya dengan begitu liar ada hal yang menarik yang membuat kita selalu terpana dari semua cerita yang ada dan begitu mudah teringat akan cerita ceritanya Alm Hamsad Rangkuti sangat cermat dengan isi dari cerita ceritanya ia paham betul dengan segala hal yang terjadi


  10. says:

    Cerpen yang dijadikan judul buku agaknya tidak terlalu wow karena pada intinya bercerita tentang hubungan percintaan seorang penulis laki laki berusia 55 dengan perempuan muda berusia 22 Pantas lah kalau saya beri bintang lima karena gaya penuturan Pak Hamsad sanggup menggiring saya kepada kenangan akan masa lampau masa dimana saya pernah menghabiskan waktu sekolah dasar di sebuah perpustakaan kecil yang koleksi buku bukunya memiliki gaya penuturan yang hanpir sama purbanya Dalam buku ini cerpen yang berjudul Antena dan Saya Tidak Menunggu Tuan Menjadi favorit saya karena sarat makna dan kesan moral yang mendalam


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bibir dalam Pispot[PDF / EPUB] Bibir dalam Pispot Lewat buku kumpulan cerpen ini selain menyuguhkan kisah kisah menarik dalam seuntai cerita Hamsad juga ingin berbagi pengalaman kepada pembacanya tentang bagaimana proses cerpen cerpennya lahir Misaln Lewat buku kumpulan cerpen ini selain menyuguhkan kisah kisah menarik dalam seuntai cerita Hamsad juga ingin berbagi pengalaman kepada pembacanya tentang bagaimana proses cerpen cerpennya lahir Misalnya bagaimana Bibir dalam PDF \ sesungguhnya kisah di balik kemunculan cerpen Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu yang oleh F Rahardi diakui telah menarik perhatian masyarakat lantaran kemampuan Hamsad mendekati tema itu dengan cara yang kreatif Salah satu jawabnya Imajinasi liar Setelah itu baru mencari pembenaran yang bisa menopangnyaSaya juga bisa mengarang dari nol Tidak ada ide Misteri penciptaan akan datang di saat kita mencipta begitu kata sang pengarang Dan kepiawaian Hamsad menggambarkan kehidupan rakyat kecil dalam sebuah tuturan yang indah menarik dan menggugah emosi pembaca harus diakui telah menempatkan dia sebagai satu di antara sedikit cerpenis garda depan Indonesia saat ini.


About the Author: Hamsad Rangkuti

Cerpen cerpennya dimuat dalam berbagai harian dan majalah dalam dan luar negeri Beberapa cerita pendeknya diterjemahkan dalam bahas Inggris dan JermanKumpulan cerpennya yang telah terbit adalah Lukisan Perkawinan Bibir dalam PDF \ Cemara Sampah Bulan Desember dan Bibir dalam Pispot Novel pertamanya Ketika Lampu Berwarna Merah merupakan pemenang sayembara penulisan roman Dewan Kesenia.